Selasa, 19 Oktober 2010

Ikan Lele Raksasa Pemakan Manusia !!


Anda mungkin sudah mengetahui tentang ikan pemangsa manusia yang hidup di dasar samudera seperti Ikan Hiu. Kisah-kisah berikut ini menceritakan keberadaan ikan predator raksasa sejenis Catfish (ikan lele) yang hidup di air tawar dan juga

Great Kali Gandaki River adalah sebuah sungai yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Alirannya bersumber dari sumber air di Pegunungan Himalaya di ketinggian 3600 mdpl. Keindahan sungai ini sudah tak perlu diragukan lagi. Sayangnya suatu Legenda menakutkan tentang monster pemakan manusia, menghantui desa-desa yang berada di kawasan ini. Membuat penduduk enggan mandi ataupun bermain di sekitar sungai itu. 



Kejadian pertama yang mengawali teror ganas dari mahluk penghuni sungai itu terjadi pada bulan April tahun 1988. Seorang pemuda Nepal ketika baru saja masuk ke dalam sungai, langsung ditarik oleh “sesuatu” dan lenyap begitu saja. Tiga bulan berselang, seorang anak laki-laki yang sedang mandi di Sungai Kali bersama ayahnya, tiba-tiba di serang dan di seret kedalam air. Si ayah hanya bisa berteriak dan tak dapat melakukan apa-apa.

Setelah itu, kejadian seperti ini terjadi berulang kali hingga menghantui para penduduk yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, laporan tentang hilangnya penduduk yang mandi di Sungai Kali semakin meningkat. Penduduk bingung dan mulai berargumentasi tentang jenis mahluk yang tinggal di situ. Beberapa penduduk percaya ada sekumpulan buaya yang hidup di sungai itu. Namun setelah diselidiki, ternyata tidak ada komunitas buaya yang hidup di daerah itu.
Terakhir, pada tahun 2007, seorang pemuda Nepal berumur 18 tahun yang sedang berenang di sungai itu ditarik oleh monster misterius dan lenyap begitu saja dari permukaan air. Menurut saksi mata yang menyaksikan kejadian itu, bentuk monster itu seperti babi berukuran sangat besar.

Goonch Fish, Lele Kanibal
Rasa penasaran penduduk akhirnya terjawab ketika seorang ahli biologist dari Inggris bernama Jeremy Wade melakukan penelitian di Sungai Kali dan menemukan jawaban yang mengejutkan.
Wade menemukan kenyataan bahwa monster pemakan manusia itu ternyata adalah sejenis ikan lele raksasa (Giant Cat Fish) yang telah mengalami perubahan DNA karena sering memakan mayat yang dihanyutkan ke sungai setelah terlebih dahulu dibakar dalam acara ritual pemakaman tradisional masyarakat setempat yang dikenal dengan nama Ritual Bagmati.
“ Ikan jenis ini merupakan jenis ikan endemis sungai ini. Namun, karena telah puluhan tahun menyantap daging mayat yang dihanyutkan melalui sungai, ikan ini berubah secara genetik menjadi jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya. Mereka menjadi ketagihan, dan mulai menjadikan daging manusia menjadi menu utama. Jadi jika lama tidak ada ritual pemakaman, ikan ini menjadi ganas dan menyerang manusia,” Wade menjelaskan.

Dalam penelitiannya, Jeremy Wade juga berhasil menangkap seekor ikan lele pemangsa daging manusia dengan ukuran 1,8 meter dan berat berkisar 73 kilogram. Menurut Wade jika ikan dengan ukuran sebesar itu ketika menyerang manusia di dalam air, maka sedikit sekali kemungkinan korbannya untuk menyelamatkan diri. Wade lalu menamakan ikan lele raksasa itu dengan nama Goonch Fish.
Perjalanan penelitian Jeremy Wade saat menyelidiki ikan lele pemakan manusia di Sungai Kali Dakali telah di dokumentasikan dan akan ditayangkan perdana pada tanggal 21 Oktober nanti di salah satu stasiun televisi Inggris (Channel 5) dengan judul “ Monster Air Pemakan Daging Manusia”.

Pemangsa dari Huadu’s Furong
Bukan hanya di Sungai Mekong saja terdapat jenis ikan lele raksasa. Baru-baru ini di Waduk Huadu’s Furong-China, terjadi kegemparan. Selama ini, dalam setahun selalu saja terjadi beberapa kasus orang tenggelam dan hilang secara misterius di waduk itu.
Namun akhirnya misteri itu terjawab sudah. Penduduk setempat berhasil menangkap seekor ikan lele raksasa yang ukuran panjang badannya mencapai 3 meter dan lebar kepala berkisar 1 meter. Gilanya lagi, ketika masyarakat membelah perut ikan itu, mereka menemukan “sisa-sisa” seorang lelaki di dalam tubuh ikan itu..
Namun karena pemerintah lokal khawatir insiden ini akan berdampak pada kepariwisataan daerah itu, mereka berusaha keras agar peristiwa itu tidak terpublikasi secara luas. Tapi beberapa turis sempat datang dan mengabadikan gambar ikan lele pemangsa manusia dengan ponsel mereka.
Beberapa kalangan beranggapan ikan ini adalah ikan jenis Waking Catfish atau clarius batrachus (ikan lele berjalan). Namun belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana mungkin ikan lele yang berukuran centimeter bisa menjadi begitu besar.
Saat ini masyarakat lokal maupun turis asing tidak diperbolehkan berenang di Waduk Huadu’s Furong. Orang banyak memperkirakan masih ada ikan sejenis yang hidup di waduk itu, siap memangsa orang yang berenang di situ.

Raksasa Sungai Mekong
Sungai Mekong yang merupakan salah satu sungai utama di dunia banyak menyimpan berbagai jenis ikan-ikan raksasa. Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia, dan ke-10 terbesar dalam volume (melepas 475km³ air setiap tahunnya), dia mengisi wilayah seluas 795.000 km² dari Tibet dia mengalir melalui China provinsi Yunnan, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Semua kecuali China dan Myanmar masuk kedalam Komisi Sungai Mekong. Karena variasi musim yang sangat berbeda dalam aliran dan adanya “rapid” dan air terjun membuat navigasi sangat sulit.
Menurut para peneliti, sungai ini adalah rumah dari berbagai jenis ikan raksasa air tawar. Yang paling terkenal adalah Mekong Giant Cat Fish. Jenis ikan lele raksasa ini memang hidup disepanjang aliran Sungai Mekong yang melintasi beberapa negara di Asia tersebut.
Pada tahun 2005, seorang nelayan Muangthai menangkap ikan lele raksasa sebesar beruang Grizzly di Sungai Mekong. Ukuran ikan ini berkisar 2,7 Meter dengan berat mencapai 646 pon.
Memang penangkapan ikan lele berukuran raksasa di Sungai Mekong bukanlah hal yang aneh. Sudah berulang kali nelayan setempat mendapatkan ikan lele berukuran raksasa di sungai itu. Namun sepertinya belum ada yang menyamai ukuran ikan lele yang ditangkap nelayan Muangthai tersebut.
Bukan Pemangsa
Berbeda dengan kasus di Sungai Kali di Nepal dan Waduk Huadu’s Forung di China, tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa ikan lele raksasa di Sungai Mekong adalah pemangsa manusia.
IUCN (International Union for Conservation of Nature), sebuah badan dunia yang bergerak di bidang konservasi sumberdaya alam telah menyimpan dan memasukkan data keberadaan ikan lele raksasa dari Sungai Mekong sebagai jenis satwa air yang langka dan menuju kepunahan. Jenis ikan lele raksasa ini, juga telah menarik perhatian WWF (Worl Wildlife Fund) dan National Geografic Society. Kedua organisasi ini sedang bersama-sama menyusun rencana perlindungan terhadap jenis ikan itu.
Memang menakutkan jika kita membayangkan keberadaan raksasa-raksasa air tawar pemangsa daging manusia tersebut. Kita sekarang tentu akan menjadi was-was jika berenang di sungai maupun danau air tawar. Namun pertanyaannya adalah bagaimana mereka bisa menjadi kanibal dan doyan makan manusia. Apakah mereka yang mengganggu manusia, atau malah manusia yang mengusik habitat mereka..?
Di sisi lain ikan-ikan itu juga mempunyai hak untuk hidup. Sebab bukan tidak mungkin, mereka adalah sisa-sisa zaman prasejarah yang harus diteliti dan dilestarikan keberadaannya untuk perkembangan ilmu pengetahuan.

Soeharto, Sudah Hancurkan Indonesia, kok Pahlawan?

 
Pro-kontra usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada almarhum mantan Presiden Soeharto masih berkembang. Anggota Komisi I DPR RI Effendy Choirie termasuk yang dengan tegas menolak. Menurutnya, almarhum Soeharto tak pantas diberi gelar pahlawan karena dinilai telah "menghancurkan" Indonesia.

"Ekses kepemimpinan Pak Harto yang negatif untuk bangsa ini masih kita rasakan. Proses memimpin 32 tahun yang kurang positif sehingga Indonesia menjadi runtuh masih kita rasakan. Pemerintah era Reformasi juga tertatih-tatih membangun dari dampak yang ditimbulkan. Lantas apakah pantas diberikan gelar pahlawan nasional?" ungkap Gus Choi di Gedung DPR RI, Senin (18/10/2010).
Menurutnya, berbagai sistem yang amburadul di Indonesia saat ini muncul karena kepemimpinan Soeharto yang menyuburkan praktik-praktik korupsi dan kekerasan. "Sebut saja mental dan moral yang rusak, itu karena kepemimpinan Pak Harto, paradigma sentralistik itu karena Pak Harto dan itu masih terasa di pusat dan daerah. Saya mempertanyakan, substansi bagi para selektor apa yang dia pahami tentang Pak Harto?" tegasnya.

Usulan yang sama untuk almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid berbeda, lanjutnya kemudian. Politisi PKB ini menilai sosok almarhum Gus Dur memang pantas untuk menyandang gelar pahlawan nasional karena pemikiran dan perjuangannya, meski ada sebagian kalangan pula yang protes. "Tapi sebagai presiden yang lama berjuang untuk pluralisme dan demokrasi, dia sudah layaklah," tandasnya.

Kembaran Obama Dari Berbagai belahan dunia !!


Gara-gara demam Obama sedang melanda seluruh dunia, banyak orang yang narsis dan mengaku mirip dengan Presiden Amerika Barack Obama, ada yang mengatakan bahwa mereka-mereka mirip dengan Barack Obama oleh teman-temannya, dan ada juga yang tidak sadar kalau mereka benar-benar mirip dengan Barack Obama.

Berikut adalah beberapa orang yang mengaku dan diakukan sebagai orang yang mirip dengan Obama dari berbagai belahan penjuru dunia.


1. Gerardo Puisseux
Dia adalah seorang wartawan online untuk sebuah situs TV Amerika Serikat berbahasa Spanyol, gara-gara banyak yang mengatakan dia mirip dengan Obama sehingga dia menjadi bintang disalah satu acara Reality Show di TV. (Bentuk dan raut muka memang agak mirip dengan obama, tapi muka tidak begitu mirip)














2 Nozomu Sato

 Komedian asal jepang ini mencoba menjadi Obama supaya dikirim ke Amerika, dan dengan hal ini dia rela membuat warna kulitnya menjadi warna coklat biar dibilang Obama (Sepertinya tidak ada kemiripan sama sekali.









 3. Michael Lamar

Dia dipekerjakan oleh Icon, sebuah agensi orang-orang ngetop asal Amerika. Hebatnya, kiprah Lamar sampai ke negera Prancis karena disewa oleh Black Associations Reprentative Committee Barack Obama (Sepertinya memang agak ada kemiripan)









4. Ilham Anas  

Ilham Anas adalah seorang Rakyat biasa yang berasal dari Indonesia, dan karena kemiripannya dengan Obama membuat Anas menjadi terkenal dan bahkan pernah membintangi iklan sebuah produk obat di Filipina. (emank mirip Sekali memang dengan Obama

 
TRIBUNNEWS.COM - Pebalap berusia 19 tahun asal Jepang Shoya Tomizawa tewas dalam kecelakaan di arena balap Moto2 di Sirkuit Misano, San Marino, Minggu (5/9/2010). Pebalap muda Jepang meninggal akibat cedera parah saat balapan.

Tomizawa sedang berada di posisi empat ketika terjadi kecelakaan di depan Alex de Angelis dan Scott Redding. Nasib sial menghampiri Tomizawa, karena dua pebalap di belakangnya tersebut menggilasnya dengan kecepatan tinggi. Tomizawa tergilas karena sebelumnya selip dan terjatuh.

Tomizawa langsung dilarikan ke rumah sakit di Riccione untuk mendapatkan perawatan. Tetapi takdir berkata lain, karena nyawa sang pebalap tak bisa diselamatkan. Pada pukul 14.20 waktu setempat, pihak rumah sakit memberikan pernyataan resmi bahwa Tomizawa meninggal dunia.

Pelajar Indonesia Menjuarai Olimpiade Informatika 2010


Seperti pernah disampaikan sebelumnya, Indonesia memang tidak kekurangan orang-orang pintar. Banyak sudah berbagai kejuaraan dan kompetisi di bidang ilmu dan teknologi yang dimenangkan oleh putra-putri Indonesia di berbagai ajang internasional.
Tinggal bagaimana supaya aset-aset bangsa yang sangat berharga ini mendapat apresiasi dan perhatian serius dari pihak-pihak yang berkompeten agar mereka semakin berkembang dan dapat memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan ilmu dan teknologi di Indonesia nantinya.

Berikut ini bukti terbaru potensi menonjol putra putri Indonesia. Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) 2009 yang terdiri dari Angelina Veni Johanna (SMA 1 BPK Penabur, Jakarta), Reinardus Surya Pradhitya (SMA Kanisius, Jakarta), Risan (SMAN 1 Tangerang), dan Christanto Handojo (SMA Kanisius, Jakarta), berhasil memenangkan dua medali perak dan satu medali perunggu dari ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2009 di Plovdiv, Bulgaria.

Medali perak pertama diraih Angelina dengan skor 506, dan medali perak kedua atas nama Reinardus dengan skor 502. Sementara medali perunggu diperoleh atas nama Risan dengan skor 445. Sementara, Chirstanto dengan skor total 389, sayangnya masih belum beruntung untuk menambah jumlah medali yang dimenangkan Indonesia.

"Prestasi kami tahun ini menurun di bandingkan tahun lalu yang berhasil menyabet satu emas dan tiga perunggu," tutur Suryana Setiawan, Team Leader TOKI 2009, lewat email yang diterima detikINET, Senin (17/8/2009).

Meski prestasi tahun ini kalah mentereng dibanding yang diraih tahun lalu, namun tetap saja, apa yang telah diupayakan TOKI tahun ini menjadi kado yang sangat istimewa bagi Indonesia yang tengah merayakan hari jadinya ke-64.

Catat Rekor Baru

Suryana juga menambahkan, "ada catatan baru yang telah ditorehkan dan layak untuk dibanggakan, yaitu untuk pertama kalinya peserta putri kita berhasil mendapatkan medali. Itu pun langsung medali perak dengan skor terbaik di antara semua peserta Indonesia."

Prestasi ini sontak telah meruntuhkan dua mitos sekaligus: bahwa dunia TI (teknologi informasi) adalah identik dengan dunia laki-laki, dan sulitnya peserta putri untuk bisa lolos masuk ke dalam tim TOKI.

Ya, mudah-mudahan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi peserta putri lainnya untuk tidak kalah dari para peserta putra untuk berkiprah dalam bidang problem solving melalui programming komputer.

"Kuncinya, selama berusaha dengan keras dan ulet baik dalam belajar maupun dalam pertandingan, masalah gender tidak sepantasnya menjadi halangan," saran Suryana.

Inilah Sang Juara

Bagi Reinardus Surya Pradhitya, prestasi ini merupakan peningkatan dari prestasi tahun lalu, yaitu dari medali perunggu menjadi perak di tahun ini.

Siswa yang biasa disebut Adit ini, sebelumnya telah menargetkan emas. Namun di hari pertama ia tersandung pada soal yang seharusnya ia bisa kerjakan dengan baik sehingga kehilangan beberapa poin.

Di hari kedua, ia berhasil meningkatkan nilainya. Namun secara total masih jauh di bawah batas untuk medali emas.

Risan yang juga adalah pemenang medali perunggu tahun lalu, kembali harus mengulangi perolehannya di tahun ini dengan perunggu. Padahal, ia menargetkan hasil yang lebih baik.

Sementara Christian Handojo kurang mujur. Terpaut hanya beberapa poin --tidak sampai lima poin-- dari bawah batas bawah penerima perunggu.

Ia juga kehilangan beberapa poin di soal yang seharusnya ia bisa kerjakan. Namun, seperti biasanya dalam pertandingan tingkat dunia ini sedikit kesalahan yang dilakukan dapat berakibat sangat fatal.

Beberapa peserta negara lain yang tahun lalu berhasil mendapatkan emas, pun tahun ini harus turun hanya mendapatkan perak. Bahkan, ada di antaranya yang hanya perunggu, akibat kesalahan serupa yang dialami Christian.

Pelajar Asia Mendominasi

Absolute winner tahun ini diraih oleh Hennadzy Karatkevich, siswa dari Belarussia dengan skor 743. Namun secara umum, dalam IOI 2009 ini, siswa-siswi Asia telah mendominasi perolehan medali emas yaitu merebut 13 dari 26 medali emas yang disediakan.

Itu pun tanpa menghitung satu siswa dari Kanada dan satu dari Amerika Serikat (AS) yang notabene adalah juga siswa keturunan Asia. Emas terbanyak diraih China dan Korea, masing-masing tiga emas. Disusul Taiwan, Jepang, AS, Polandia, Romania, dan Belarusia yang masing-masing dua medali emas.

Jika membandingkan diri dengan negara-negara tersebut, hasil yang Indonesia peroleh masih terbilang kecil. Akan tetapi, hasil dua perak dan satu perunggu ini tetaplah patut dibanggakan karena bukan prestasi yang mudah diraih.

Banyak negara lain yang sudah maju namun gagal untuk bisa meraihnya. Misalnya, Australia dan Prancis. Kali ini masing-masing hanya mendapat tiga perunggu. Sementara, Inggris dan Selandia Baru cuma bawa dua perunggu. Beberapa negara lain bahkan pulang dengan tangan hampa.

Tahun Ini Lebih Sulit

Dari pembicaraan antara team leader,soal-soal IOI 2010 sudah semakin tinggi kualitasnya dibandingkan soal-soal beberapa tahun yang lalu yang menuntut kemampuan analisis yang prima dan tajam sebelum melakukan coding.

Tuntutan agar sekecil mungkin pengulangan pada soal-soal IOI menyebabkan munculnya soal-soal yang bersifat kombinasi dari aspek-aspek yang pernah ada. Soal-soal dengan teknik pemecahan yang sudah baku mulai ditinggalkan atau dianggap sebagai soal katagori mudah.

Mengomentari tentang sistem pembinaan nasional, Suryana berharap, di masa mendatang pembinaan nasional perlu disempurnakan lagi dengan cara meningkatkan pembinaan kemampuan analitis para peserta.

"Proses seleksi yang belum menjaring potensi-potensi intelektual, yaitu akar kemampuan analitis, secara optimal perlu disempurnakan. Termasuk pemerintah-pemerintah daerah yang kurang serius dalam memilih siswa terbaiknya perlu lebih diarahkan," tegasnya.

"Pembinaan di tingkat daerah perlu lebih digalakkan untuk mengatasi ketimpangan prestasi antara dearah yang dekat ke pusat dengan daerah semakin menjauh dari pusat," lugas Suryana di penghujung surat elektroniknya.

Seluruh rangkaian acara IOI 2009 yang berlangsung sejak 8 Agustus 2009 telah berakhir kemarin. Rombongan tim Indonesia dijadwalkan akan tiba kembali di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin 17 Agustus 2009, malam.

Canggih gan !! Komputer yang Bisa Memperbaiki Diri Sendiri


Teknologi yang semakin canggih membuat segalnya yang tidak mungkin menjadi mungkin. Saat ini, tim peneliti dari Universitas Denmark mengembangkan sebuah komputer yang dapat memperbaiki diri.


Dalam rancangan mereka, komputer tersebut memiliki kemampuan seperti manusia untuk memperbaiki dirinya sendiri. Kemampuan yang dimiliki manusia dengan proses regenerasi, menjadi inspirasi bagi tim peneliti untuk membuat platform ini. Ini berarti bahwa komputer ini pada dasarnya memiliki kemampuan untuk memperbaiki kerusakan fisik.

Jika ada kerusakan, sumber daya cadangan yang semakin cerdas langsung digunakan, mengalihkan tugas tertunda ke bagian lain dari jaringan. Jan Madsen, kepala tim peneliti, mengatakan, teknologi baru ini dinamakan 'DNA elektronik' atau 'eDNA'.


'Kami menciptakan komputer yang tidak membutuhkan CPU pusat. Sebaliknya, terdapat jaringan sel CPU yang lebih kecil dalam komputer ini. Sel-sel ini menerima 'eDNA-frekuensi', yang memprogram fungsi dan tugas yang dibutuhkan kepada mereka. Jika salah satu sel ini mati, sel lain mengambil alih tugas itu, 'kata Madsen.


Sistem dalam komputer tersebut lebih stabil daripada komputer tradisional. Hal itu karena keseluruhan sistem itu tidak tergantung pada satu CPU tunggal.


Menurut koran Berlingske Tidende, NASA telah menunjukkan minat yang besar dalam proyek tersebut. NASA beranggapan teknologi ini dapat digunakan dalam memastikan peralatan mereka tidak akan mati di tengah misi. Saat ini, proyek tersebut sedang diuji oleh NASA di Jet Propulsion Laboratory, Amerika Serikat. Menurut rencana, hasil tes akan dirilis pada November mendatang.

TERNYATA ada piramida di SEGITIGA BERMUDA !!!

Belum lama ini, beberapa ilmuwan Amerika, Perancis dan negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar laut Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik, menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang, berada dibawah ombak yang menggelora! Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter. Jika bicara tentang ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat. Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, dan oleh karena itu menggulung ombak yang mengamuk dengan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan disekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan halimun pada permukaan laut. Penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub.

Bagaimanakah orang dulu membangun piramida dan hidup didasar laut dengan lautnya yang gemuruh menggelora? Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat diatas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan tenggelam ke dasar laut seiring dengan perubahan di darat. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka. Ada juga yang curiga bahwa Piramida mungkin sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, dia (Piramida) bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui.dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro, yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.

Benarkah demikian? Master Li Hongzhi dalam buku Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut;

“Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental’. Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai seakrang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang , sudah bersejarah puluhan juta tahun. Namun dibanyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut.” Dipandang dari sudut ini, misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More